Kehendak dalam Perjanjian

  1. Perbuatan hukum dimana perbuatan hukum tersebut karena kerjasama dua pihak.
  2. Adanya kesesuaian kehendak dari pihak yang bekerjasama dalam bagian premis akta dan kemudian di ulangi lagi dalam pasal perjanjian. Sepakat yang dimaksudkan dalam perjanjian ini adalah sepakat murni yang tidak mengandung cacat kehendak ; Macam-macam cacat kehendak ; Paksaan ,Kekhilafan, Penipuan, dan Penyalahgunaan Kehendak
  3. Persesuaian kehendak itu harus dinyatakan sehingga dapat diterima oleh pihak lawan.
  4. Pernyataan kehendak yang sesuai itu saling tergantung satu sama lain.
  5. Kehendak itu ditujukan untuk menimbulkan akibat hukum untuk kepentingan pihak yang satu atas beban pihak yang lain.

Yang menimbulkan perjanjian adalah kata sepakat dan itikad baik. Itikad baik adalah norma kabur (blanket norm). Norma kabur adalah ketentuan-ketentuan yang memberikan peluang pada hakim untuk melakukan penafsiran, namun hanya terhadap Itkad Baik Objektif (Kepatuhan).

Tentang alfanaikkelas

alfa.naik.kelas@gmail.com
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Penyusunan Kontrak dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s