Azas Proporsionalitas

Kontrak berawal dari suatu perbedaan atau ketidaksamaan kepentingan di antara para pihak. Oleh karena itu diperlukan Negosiasi (proses tawar menawar)

Perbedaan diakomodir  dan selanjutnya dibingkai dengan perangkat hukum sehingga mengikat para pihak.

Permasalahan yang sering muncul adalah posisi tawar antara para pihak yang tidak seimbang, contohnya ; kontrak-kontrak konsumen, pemberian kredit perbankan, waralaba.

Untuk mencapai win-win contract maka diperlukan prinsip-prinsip universal seperti itikad baik dan transaksi yang adil atau jujur (good faith and fair dealing) atau kepentingan dan keadilan dalam hal pertukaran kepentingan (hak dan kewajiban).

Makna azas Proporsionalitas

Dalam bisnis, pertukaran kepentingan para pihak senantiasa dituangkan dalam bentuk kontrak mengingat “Setiap langkah bisnis adalah langkah hukum”. (Proporsonalitas = keseimbangan)

Tujuan Kontrak

  1. Memberi Perlindungan
  2. Mencegah ketidak adilan
  3. Mencegah kerugian
  4. Sebagai alat bukti
  5. Mencegah penipuan
  6. Menetapkan hak dan kewajiban
  7. Memuat rincian bisnis, supaya dapat mengatasi hambatan
  8. Memudahkan penyelesaian sengketa
  9. Mengalokasikan risiko
  10. Mempermudah rencana transaksi bisnis
  11. memberi kepastian hukum
  12. Sebagai aturan main

Penerapan Azas Proporsionalitas

  1. Dalam tahap pra kontrak, azas proporsionalitas membuka peluang negosiasi bagi para pihak untuk melakukan pertukaran hak dan kewajiban secara fair. Oleh karena itu adalah tidak proporsional dan harus ditolak proses negosiasi dengan itikad buruk ;
  2. Dalam pembentukan kontrak, azas proporsional menjamin kesetaraan hak serta kebebasan dalam menentukan/mengatur proporsi hak dan kewajiban para pihak berlangsung secara fair.
  3. Dalam pelaksanaan kontrak, azas proporsional menjamin terwujudnya distribusi petukaran hak dan kewajiban menurut proporsi yang disepakati/dibebankan pada para pihak.
  4. Dalam hal terjadi kegagalan dalam pelaksanaan kontrak, maka harus dinilai secara proporsional apakah kegagalan tersebut bersifat fundamental sehingga mengganggu pelaksanaan sebagian besar kontrak atau sekedar hal-hal yang sederhana/kesalahan kecil (minor important).
  5. Bahkan dalam hal terjadi sengketa kontrak, azas proporsionalitas menentukan bahwa proporsi beban pembuktian kepada para pihak harus dibagi menurut pertimbangan yang fair.

Tentang alfanaikkelas

alfa.naik.kelas@gmail.com
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Penyusunan Kontrak dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s